SISTEM PERADILAN PIDANA TERHADAP PELAKU ANAK YANG PUTUSAN PERBUATANNYA TERBUKTI SETELAH ANAK DEWASA ( Studi Kasus Di Pengadilan Negeri Purbalingga)

Aloysius Primoryza Bimas Dewanto

Abstract

Legally the position of a child raises the legal consequences, in the field of the law of privat, the position of the child relating to issues of rights and obligations, such as the issue of the powers of the parents, the child's legitimate recognition, denial of the legitimate child, trust, maturity, as well as the issue of adoption and others.

The method of the approach used in this study the juridical normative, the data sources used are primary data and secondary data. After the data are arranged systematically, then performed the analysis using qualitative analysis of normative.

Criminal justice system's response to criminal acts committed by perpetrators of child who proved to be the perpetrators of the deed after the verdict of the adult child, keep using the pattern of trial/trial verdict and the criminal children use the pattern as a child of the verdict, with the proviso yet age 21 (twenty one) years. The District Court judge's ruling in Purbalingga number: 10/Pid-Sus-child/2017/PBG, in giving sanctions against a child who commits a criminal offence the verdict of the acts proved after the adult child, using patterns of children and the trial the ruling of the child with the age of the child consideration 19 (nineteen) years.

Keywords:child, justice system, person

 

ABSTRAK

 

Secara yuridis kedudukan seorang anak menimbulkan akibat hukum, dalam lapangan hukum keperdataan, kedudukan anak menyangkut kepada persoalan-persoalan hak dan kewajiban, seperti masalah kekuasaan orang tua, pengakuan sahnya anak, penyangkalan sahnya anak, perwalian, pendewasaan, serta masalah pengangkatan anak dan lain-lain.

Metode pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini yuridis normatif, Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Setelah data disusun secara sistematis, maka dilakukan analisis dengan menggunakan analisis normatif kualitatif.

Sistem Peradilan pidana terhadap tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku anak yang putusan perbuatan pelaku terbukti setelah anak dewasa, tetap menggunakan pola sidang/persidangan anak dan putusan pidana menggunakan pola putusan sebagai anak, dengan syarat belum berusia 21(dua puluh satu ) tahun. Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam putusan Nomor : 10/Pid-Sus-Anak/2017/PBG,  dalam memberikan sanksi terhadap  anak yang yang melakukan tindak pidana yang putusan perbuatannya terbukti setelah anak dewasa, menggunakan pola persidangan anak dan putusan anakdengan  pertimbangan usia anak tersebut 19 (sembilan belas) tahun.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.